Sabtu, 12 Februari 2011

Tahapan Penciptaan Manusia dan Garis Takdirnya (Hadist Arba'in)

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada kami, sedang beliau adalah orang jujur dan terpercaya,
"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (sperma) kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama waktu itu juga kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentukan yaitu: rezeki, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya.
Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada seseorang di antara kalian beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka.
Ada seseorang di antara kalian beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan penghuni surga, maka ia pun masuk surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 05 Februari 2011

Rukun Islam (Hadits Arba'in)

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. berkata, Aku pernah mendengar Rasullullah saw. bersabda,
"Islam dibangun di atas lima dasar: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Rukun Islam (Hadits Arba'in)

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda,

"Islam dibangun di atas lima dasar: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad  adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Saudara-saudaraku semua ini sebagai patokan sebagai muslim, mari kita pelajari dari ahlinya, untuk kita pahami dan laksanakan dengan benar, tentunya kita harus berlajar tulus iklash nothing to loss dalam beramal hanya karena Allah.

Semoga kita dapat mengamalkannya dengan baik lagi dapat diterima Alloh, hanya berharap ridho-Nya lah al fakir menyampaikan ini untuk diri pribadi maupun saudara-saudaraku semua. Amin.

Salam Barokah Al Ihsan.