Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2014

Do'a dan harapan yang selalu menjadi energy pengerak dalam hidup sejati mukmin

"Bagaimana?" Si Angin bertanya ... "Apanya?" Ganti si Banyu bertanya pula. 
Suatu argumen antara Angin dan Banyu yang masih sangat lebar dimaknai dalam komunikasi sehari-hari. Dalam tataran ilmu kehidupan di masyarakat ini industri atau pemerintahan yang menerapkan sistim 5W+1H tentunya masih membutuhkan banyak kalimat penjelasannya. 

Apa to definisi 5W+1H itu?
1. What? ... Apa kejadiannya, ini perlu adanya peristiwa penting yang memberi nilai tambah.
2. When? ... Kapan saat peristiwa itu terjadi, catat secara detail tanggal : hari-bulan-tahun, detiik-menit-jam berapa kejadian itu.
3. Who? ... Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut, baik pelaku kejadian, juga saksi atau orang yang mengetahui kejadian tersebut sehingga akurasinya terjamin. Jangan lupa identitas masing-masin manusia yang terliobat.
4. Where? ... Dimana kejadian itu terjadi, secara rinci diverbalkan dalam tulisan dan dikuatkan dengan foto-foto sebagai alat bukti dan penggambaran lokasi dengan tepat.
5. Why? ... Mengapa hal itu bisa terjadi, diawali dari peristiwa apa/siapa yang memulai, sehingga hal tersebut bisa dipakai sebagai dasar analisa sumber kejadian.

6. How? ... Bagaimana peristiwa itu dapat terjadi, secara urutan atau kronologis sehingga peristiwa itu ada.

Apa kaitan dengan do'a dan harapan di bulan Romadhon ini???
Kesadaran kita sebagai manusia, seorang muslim atau manusia mukmin, menjadikan 5W+1H ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. WAJIB kalau boleh dikatakan untuk orang-orang yang selalu ingin mengamalkan ajaran kebaikan, yang isinya : "Berbuatlah baik hari ini yang lebih baik dari hari kemarin, dan berbuatlah baik untuk hari esok yang lebih baik dari pada hari ini, karena kalau tidak kalian termasuk orang-orang yang merugi" .........

Kenapa orang beriman itu beruntung? 
JELAS dan PASTI beruntung orang beriman itu, karena mereka percaya akan hari esuk, kalau diuraikan besok itu bisa hari besok sesudah hari ini, alam kubur dan juga alam akherat. Orang mukmin itu suka selalu berdo'a didalamnya banyak dipasang harapan-harapan baik atau bernilai tambah bagi dirinya tau orang lain. Untuk mustajabnya do'a islam itu harus pakai 5W+1H itu. karena ada waktu  do’a di Istijabah dan syarat-syarat do'a  mustajab inilah hal penting yang harus dipahami oleh seorang muslim yang berkaitan dengan 5W+1H itu.

Semoga bermanfaat, Salam Berkah Sobat..



Kamis, 21 Maret 2013

Meskipun Yang Terlemah tapi ini Yang Pasti Pass

Utama Mandiri , sudah seharusnya ada perbaikan, sumber darimana saja idea atau gagasan yang ada atau muncul itu. Setiap peristiwa ada hubungan dengan pihak lain atau terjadi pasti ada kaitannya dengan masa sebelumnya, catatan kejadian itu ada dalam otak dan pikiran kita apapun peristiwa yang kita lalui itu merupakan karunia-Nya. Patut dan sewajarnyalah peristiwa itu kita pilah dan pilih antara yang baik dan benar, salah atau tak bermanfaat, ilmu pengetahuan atau kejadian yang mengenaskan hati sehingga trauma dalam perjalanan hidup selanjutnya.

Dalam peristiwa yang baik, benar dan terkesan kuat dalam hati dan pikiran  inilah yang akan menjadikan seseorang menjadi penting dalam kehidupan bermasyarakatnya. Kerohanian manusia itu selalu berubah-ubah setiap saat, karena sebagai masyarakat sosial menjalankan ketentuan atau takdir illahi bagi dirinya. Keterbatasan akan daya dan upaya sebagai anak yang baru tumbuh untuk menjadi dewasa sangatlah memerlukan  untuk penguat jiwa yang dikandung badan ini. 

Kekuatan dan kemampuan yang dibutuhkan manusia yang mau berubah menjadi yang lebih baik atau bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga, serta masyarakat yang lebih luas sudah tersedia, karena Allah penuh kasih sayang pada mahluknya. Manusia adalah mahluk yang utama penuh jiwa Professional and Transparancy yang mana terangkum dalam kata jujur. Dalam hati masyarakat nusantara yang berbangsa
Indonesia dan Pancasila  ini ada benih-benih kebaikan  yang natural original untuk selalu mau tolong -menolong atau disebut gotong royong. Meskipun lemah kemampuan fisik para orang tua dulu, namun keyakinan dalam hatilah yang menjadikan mereka kuat dalam mencapai cita-cita kemerdekaan, jadilah NKRI dengan semboyan Bhineka tunggal Ika. Jayalah negriku Indonesia Raya. Salam utama mandiri sejahtera memahami banyumurni dalam doaibuanak sepanjang masa. Berkah-berkah=berkah.