Tampilkan postingan dengan label sikap mandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sikap mandiri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

Jujur apa adanya untuk ketepatan bersikap

Bahagia bersama banyumurni selalu berdo'a sehari-hari untuk selamat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Perjuangan perantau jiwan dalam perjalanan bebenah diri untuk mengabdi pada Illahi Robbi Izzati takkan berhenti kecuali karena Titik Ajal sebagai batas dari Sang Khalik. 

Tapak demi tapak, selalu mencerminkan torehan kasih sayang dari Sang Pengasih dan Penyayang bagi diri ini yang tak pernah tahu diri akan karunia itu seutuhnya, cuman hanya bisa merasakan nikmat dan menikmati serta  mengucapkan Alhamdulillah saja yang belum utuh. Ada hal yang gak bisa utuh kita menyadari ini semua namun ku belajar untuk meyakini ini semua hanya Satu Sumber tiada yang lain, kecuali dari Sumber utama Sang Khalik.

adalah sikap mandiri dalam latihan untuk bisa berbuat iklash yang nyata, tidaklah mudah berbuat tulus hati ini karena harus jujur pada diri sendiri yang selalu ada penilaian dari sang kembar. Apakah ini jujur??? ... itu pertanyaan yang harus ada untuk memastikan kebenaran dalam bertindak apa adanya. Bisa juga ada apanya ... ini kalimat untuk dapat mengetahui subtansi dari sesuatu yang dihadapi atau yang terjadi. Intropeksi diri dan penilaian atas sesuatu secara jujur akan melatih diri kita bisa tulus murni dalam berbuat. Semoga kita diberikan akhlak mulia yang iklash. 

Jujur inilah yang dapat meninggikan derajat Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani, karena telah dicontoh oleh Al Amin yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Semoga kita dapat mencontoh beliau. Amin.

Sabtu, 02 Maret 2013

Sikap Mandiri

Manusia utama dalam sikap yang mandiri terus berjuang tiada lelah untuk mendapatkan kehidupan yang mulia, makmur lagi sejahtera. Sikap yang ada pada dirinya itu mencerminkan apa yang ada dalam kebiasaan habbit tindak tanduk perlikau sehari - harinya. Itulah bagian ruhani dari manusia sebelum ruh meninggalkan jasadnya.

Saat dalam pertumbuhannya manusia dimulai dari dalam kandungan orang tuanya, bahkan sebelum sperma itu dipancarkan ke dalam rahim wanita. Menurut dunia kedokteran sperma yang dipancarkan pria iitu berjumlah ratusan juta sampai dengan milyardan. Namun Alloh Sang Khalik adil hanya membekali beberapa sperma untuk dapat menembus telur yang siap dibuahi. Namun kebanyak untuk ummat manusia ini hanya diijinkan satu saja yang berhasil dengan sempurna hingga menjadi jabang bayi yang terlahir sehat dan komplit organ tubuhnya. Coba para pembaca yang budiman, yuuk kita merenungi diri sendiri yang fakir ini, sungguh banyak sekali bekal karunia Tuhan Yang Maha Kasih Sayang kepada kita untuk mengabdi pada-Nya. Dari bayi yang hanya bisa menangis sebagai media komunikasi kepada orang tua dan orang - orang disekitarnya. Mulailah berjalan atau berkata - kata dulu, atau sebaliknya berkata - kata baru berjalan, ini menunjukkan bahawa keseimbangan harus ada, karena perubahan tiada henti. Yuuk kita syukuri nilmat - nikmat tersebut sehingga kita bisa mengambil sikap mandiri untuk rasa syukur pada Illahi Robbi dan berterima kasih pada orang tua dan orang - orang lainnya. Alhamdulillah wa syukurillah. Amin. dalam hal ini penulis banyu murni dalam blognya utama mandiri sejahtera, selalu mengajak untuk mengenal diri sendiri agar kita lebih dekat pada tuhan Alloh Yamh Maha Menciptakan.

Slam Berkah Sobat dalam memahami akan kehidupan dalam Banyu Murni ini.