Minggu, 01 Januari 2012

RENUNGAN 1 JANUARI 2012 (Arifin Junaidi)

 Semoga bermanfaat.
Apa bedanya hari ini dengan kemarin? Dari segi fenomena alam tak ada bedanya sama sekali hari ini dengan hari kemarin dan hari-hari lain. Hari ini matahari terbit dari timur. Kemarin pun sama. Kalau kemarin panas terik, atau mendung, atau hujan, hari ini pun bisa panas terik, atau mendung, atau hujan. Kitalah yang membuatnya berbeda, kitalah yang membuatnya bermakna, kitalah yang membuatnya penting, sehingga kita perlu berhura-hura untuk hal yang kita sendiri yang menjadikannya sesuatu.

Bagi sebagian bangsa Mesir yang masih menggunakan Kalender Qibti hari ini sama saja dengan kemarin, tak bermakna apa-apa. Begitupun bagi bangsa Jepang yang masih menggunakan Kalender Jepang. Juga komunitas muslim yang menggunakan kalender Hijriyah. Pun bagi masyarakat Jawa yang masih menggunakan Kalender Jawa. Juga bagi masyarakat India dan pemeluk Hindu yang masih menggunakan Kalender Saka. Juga bagi pemeluk agama Yahudi yang masih menggunakan Kalender Yahudi. Juga bagi masyarakat Tionghoa yang masih menggunakan Imlek atau Kalender Tionghoa.

Inilah dunia. Serba relatif. Tak ada yang mutlak. Kita menganggapnya begitu penting, karena kita bersepakat hari ini adalah 1 Januari 2012 hari pertama di tahun 2012, dan kemarin 31 Desember 2011 hari terakhir di tahun 2012. Kita tak peduli orang lain tak menganggapnya penting. Seperti kita tak peduli saat orang lain menganggap hari yang kita anggap sama saja dengan hari yang lain sebagai hari yang penting. Kenapa kita tak pernah hirau dengan sesuatu yang relatif. Kenapa kita begitu memutlakkannya?

Pergantian waktu; dari pagi ke siang ke sore ke malam hingga ke pagi lagi, yang kita hitung sebagai pergantian hari adalah bagian dari sunnatullah. Lalu kita bersepakat; setelah 7 kali hari berganti kita sebut pergantian minggu, setiap sekitar 30 kali hari berganti kita sebut pergantian bulan, dan setiap 12 kali pergantian bulan kita sebut pergantian tahun.

Agama Islam mengajarkan dalam setiap pergantian waktu setidaknya ada 5 hal yang perlu dilakukan; 1) bersyukur kepada Allah SWT atas karunia umur sehingga kita sampai pada pergantian waktu itu, 2) muhasabatunnafsi (introspeksi diri), 3) mohon ampun atas kekurangan-kekurangan yang telah kita lakukan, 4) berusaha sekuat tenaga agar hari ini lebih baik dari sebelumnya, 5) dan mohon kepada Allah SWT dengan penuh kepasrahan (tawakkal) agar hari ini dan selanjutnya selalu dijaga dari kekuarangan-kekurangan yang lalu dan selalu diberkahi-Nya.

Dengan menyikapi pergantian waktu seperti itu maka kita tak pernah peduli dengan apa yang akan terjadi pada pergantian waktu itu. Kita hanya berhak untuk berusaha sebaik-baiknya dalam setiap pergantian waktu. Selebihnya adalah hak Allah SWT. Termasuk hak untuk mengakhiri waktu, mengakhiri kehidupan, mengakhiri dunia ini. Beberapa waktu yang lalu kita dicemaskan dengan ramalan tentang akhir kehidupan bagi alam semesta ini pada 21 Desember 2012 nanti, yang konon berasal dari penafsiran terhadap Kalender Maya.
Berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal), sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal). Dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan kesukaan suku Maya dengan siklus 13 dan 20 maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ekuivalen dengan 21-12-2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1, alias angka paling kecil. Sebenarnya Bangsa Maya tak pernah memprediksi tanggal 13.0.0.0.0 ekuivalen 21-12-2012 itu adalah akhir dunia. Kalaupun iya, kenapa harus 21-12-2012 kalender Masehi? Kenapa bukan kalender Hijriyah yang saat ini tahun 1433, atau kalender Jawa yang saat ini Tahun 1945 Wawu, atau kalender Saka yang saat ini tahun 1390 Dalwu, atau Kalender Bali yang saat ini tahun 1934? Kalender Jepang yang 2012 ini tahun 2072, atau Kalender Tionghoa yang 2012 ini tahun 2563 Chia Gwee, sudah pasti tidak dipakai karena akan ketahuan bohongnya.
Ramalan-ramalan tentang akhir dunia atau kiamat itu bohong belaka. Akhir dunia adalah hak prerogratif Allah SWT. Kapanpun terjadi itu adalah Mahakuasa-Nya, tak terpengaruh apalagi tergantung dengan ramalan kalender-kalender bikinan makhluk-Nya. Pun pada ekuivalensi kalender yang hegemonik pada semua sendi kehidupan dari otoritas dunia yang kebetulan menggunakan kalender Masehi. Kita pun ternyata suka rela dihegemoni. Wallahu a’lam.

Kamis, 22 Desember 2011

Askes akan Menjadi Badan Publik

Jambi (ANTARA) - Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum PT Askes, Zurfarman mengatakan, PT Askes (persero) yang saat ini berstatus BUMN akan menjadi badan publik.
"Dengan ditetapkannya Undang-undang No.24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang mengamanatkan PT. Askes (Persero) menjadi badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan, status perseroan tidak lagi sebagai BUMN, tetapi sebagai badan publik," katanya, ketika meresmikan kantor baru PT Askes Cabang Jambi, Rabu.
Menurut dia, perubahan status ini sudah harus dilaksanakan pada 1 Januari 2014.
Oleh karena itu, selama dua tahun (tahun 2012-2013), pemerintah akan memperkuat implementasi dari UU No 24 tahun 2011 dengan mempersiapkan berbagai peraturan pemerintah dan Presiden yang dibutuhkan.
Dengan diimplementasikannya UU dimaksud, menurut dia, program jaminan kesehatan yang dilaksanakan PT Askes tidak hanya diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), penerima pensiun, perintis kemerdakaan dan veteran, serta masyarakat yang tergolong tidak mampu.
Terhitung 1 Januari 2014, tegasnya, program jaminan kesehatan ini berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Sementara, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) secara simbolis meresmikan pemakaian gedung baru PT. Askes (Persero) Cabang Jambi, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur bersama Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum.
Seiring dengan dinamika perubahan kebijakan menyangkut telah disahkannya RUU BPJS menjadi UU, katanya, maka secara implisit menunjukkan bahwa PT Askes untuk masa yang akan datang lebih berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan demikian, PT Askes juga harus menjadi pionir dalam usaha melakukan pelayanan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat luas secara optimal.
Menurut Gubernur, salah satu bentuk implementasi dari perubahan paradigma tersebut, PT Askes telah ikut berpartisipasi dalam mensukseskan salah satu program strategis Provinsi Jambi, yakni program Samisake (satu miliar satu kecamatan).
BUMN itu dan Pemerintah Provinsi Jambi telah melaksanakan kerja sama dalam pelaksanaan Jamkesmasda yang dimulai tahun 2010 dan tahun 2011 ini.
Gubernur berharap melalui program ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.
Selain itu, terjaminnya penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan prinsip asuransi sosial yang didasarkan pada penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan pembiayaan yang terkendali.
Pada kesempatan ini, PT Askes juga menyerahkan satu unit mobil ambulance untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr H M Chatib Quzwen, Kabupaten Sarolangun. Sebelumnya PT Askes juga telah menyerahkan Sembilan unit mobil ambulance kepada RSUD dalam Provinsi Jambi.
Melalui program corporate social responsibility (CSR), PT Askes juga menyerahkan bantuan untuk Pondok Pesantren, Masjid dan Musholla senilai Rp95 juta, dan bantuan beasiswa untuk PNS gol I dan II yang berprestasi, masing-masing untuk tingkat SLTA sebanyak delapan orang, dan untuk tingkat perguruan tinggi 14 orang, dengan jumlah bantuan Rp90 juta.

Ini informasi penting untuk diketahui.
Semoga bermanfaat.
Salam Berkah Sobat.

Minggu, 11 Desember 2011

Banjir Kali Gongseng Cijantung Hanyutkan 2 Cewek SMK

Hari ini Sabtu, Pasar Rebo, 10 Desember 2011, +/- jam 19:00 WIB.

Hujan cukup deras menjelang Maghrib sampai Isya, mengguyur Kecamatan Pasar Rebo dan sekitarnya. Kejadian banjir di Kali Gongseng terulang lagi pada tanggal 1 Desember 2011, menundang hadirnya DKI 1 atau Gubernur Bapak Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Timur berserta jajaranya. hadir di hulu sungai / sumber utama di RW 03 dan RW 02 kelurahan Pekayon, yang mana perlu evakuasi warga yang terjebak banjir dan selamat.

Pada kejadian tersebut memang hujan sangat deras dan lama sampai 2,5 jam, bersamaan banjir di RW 04 dan RW 07 Pekayon Pasar Rebo, yang mana dilakukan evakuasi untuk warga yang terjebak banjir di RT 01 RW 07, ada 2 Orang tua dan 1 anak-anak. Terselamatkan oleh tim  Gabungan dengan perahu karet punya kecamatan.

Hari ini hujan yang sekitar 1 jam saja membawa hanyut 2 (dua) gadis SMK Klas Dua.,
1. Bernama Hening Tri Handayani tinggal di RT 001 RW 011 Cijantung dan
2. Bernama Dennanda Dana Pertiwi tinggal di Kalisari.
Sampai ini berita kami tulis Jam 01:00 tgl 11 Desember 2011, belum ditemukan.

Peristiwa tersebut disaksikan oleh pedagang gorengan, dan yang memberitakan ke masyarakat tentang hanyutnya 2 orang yang mengendarai motor Mio bersamaan motornya.

Tukang Gorengan : .... "Dik-dik jangan lewat bahaya!" karena di perhatikan air setinggi 15 cm di atas jembatan Jl Swadaya RT 010 RW 011, yang tanpa penghalang kanan kiri jembatan  tersebut.

Pengendara motor : .... tidak memperhatikan larangan tersebut, terus aja melaju di atas jembatan.


Tukang gorengan, memperhatikan karena masih gerimis, dan ada sampah gedebog pisang yang menerjang motor yang nekat melaju jembatan tersebut. Kejadian memilukan motor dan 2 orang penumpang roboh ke kali Gongseng, kalau air tidak penuh dalam ada kira-kira 2 meter. Takdir Allah sangat berperan dalam hidup dan matinya seseorang. Jam 19:30 tim SAR datang menyisir sungai dengan perahu kaleng, Jam 21:00 motor berhasil ditemukan berjarak lebih kurang 200 meteran dari TKP. ....

Bagi orang tua kita harus selalu ingatkan anak-anak kita, untuk menghindari tempat yang mungkin berbahaya sekali. Semoga berita ini ada manfaatnya. Amin.
Salam Berkah Sobat.