Tampilkan postingan dengan label memanusiakan manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memanusiakan manusia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Jemu'ah Jum'at Jum'atan

Bismillah ... semua ku mulai bersama-Nya. Amin. Jemu'ah Yang Indah Nian merupakan karunia yang tiada tara bagi umat manusia, di waktu-waktu inilah kesempatan emas untuk dapat diterima dan dinikmati manusia yang memanusiakan manusia. Jemu'ah ini istilah yang kosa kata bahasa jawa (orang-orang dahulu yang membuat mudah manusia itu memahami situasi dan keadaan nyata). Jemu identik bosen atau membosankan karena dalam hari2 sebelumnya telah bekerja dengan giat dan keras utuk memenuhi kebutuhan dunianya, otomatis kepenatan jiwa atau ruhani terjadi. 

Jum'at ini istilah kata yang selalu tertera di kalender nasional kita, sangatlah berbeda dengan kalender jawa yang otak-atik matuknya itu ada benarnya. Di hari Jum'at itulah banyak hal baru yang berbeda dengan hari-hari lainnya, sebagai karunia dari Allah Swt. Kelebihan hari Jum'at diantaranya: 
  1. Muslim dan muslimat yang meminta akan diberi oleh Allah Swt, asal hanya kepada-Nya memintanya.
  2. Hari ini pintu ampunan Allah Swt dibukakan bagi manusia khususnya muslimin wa muslimat yang sungguh-sungguh beristighfar kepada Allah Swt.
  3. Di malam ini tepat para malaikat Allah Swt melaporkan semua hasil kegiatan manusia dalam seminggu kepada Allah Swt yang telah memerintahkan malaikat menulisnya setiap gerak langkahnya oleh malaikat Munkar As wa Nankir As.
  4. Juga Allah Swt memberikan kesempatan do'a sehari-hari permohonan hambanya dikabulkan karena konsisten dan istiqomah, Semoga kita dapat istiqomah beramal Soleh karena Allah Swt. Amin.
Di hari Jum'at ada kewajiban Jum'atan (Sholat Jum'at bagi kaum Adam, sebagai pengganti Sholat Duhur, dalam dua raka'at dan dua kutbah Jum'at) di sinilah ada waktu Istijabah untuk do'a yang diterima dan dikabulkan Allah Swt, yaitu saat diantara Adzan dan Iqomah, saat waktu diantara dua kutbah Jum'at. Semoga Allah Swt ridho atas diri dan keluarga kita dalam sakinah mawaddah wa rohmah, Utama mandiri memahami bersama banyumurni untuk berlatih dalam niat dan amal soleh. Amin.

Sabtu, 09 Maret 2013

Memanusiakan Manusia

Dwi Sugiarto, menghadapi perubahan jaman globalisasi yang serba cepat, khususnya informasi technology yang mana selalu ada dampak sosial secara positif maupun negatif. Kita sebagai manusia nusantara yang telah dibuatkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini utama mandiri sejahtera memahami akan pentingnya kita mengikuti perkembangan jaman. 

Dengan cara tidak ketinggalan dalam informasi yang berkembang saat ini, untuk kita pelajari dan saring demi kebaikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Dampak negatif yang timbul diantaranya masalah kesenjangan sosial yang semakin jauh antara si kaya dan si miskin, kenakalan remaja yang mudah akses informasi pornografi, perkelahian massa yang mudah diketahui sehingga dapat merembet ke wilayah lain, masalah fanatisme politik yang menguat kadang tak terkendali, dan masih banyak lagi.

Pembaca yang budiman, kami mengajak untuk berikhtibar atau mengambil pelajaran tentang "MADU", tulisan status Dwi Sugiarto di Facebook dibawah ini mudah-mudah dapat menginspirasi kita semua. 
Bagai MADU kita ini harus menghasilkan
Jadilah kita Lebah Madu yang kompak tak terpisahkan
Masing-masing punya tupoksi sebagai acuan
Semua dahan kan berbunga-bunga
Tetaplah SANG LEBAH gak salah pilih bunga

Untuk lebih lengkapnya, yuuk kita belajar memanusiakan manusia, lebah yang notabene mereka binatang mempunyai strukutru pemerintahan lengkap, ada tukang bangunan, ada prajurit, ada yang bertelur untuk generasi penerusnya, ada RATU lebah dan lain-lain. Dalam Al Qur'an, surat 16, An-Nahl (Lebah) Allah terang sejelas-jelasnya. Bagaimana seharusnya kita jadi manusia sejati yang memanusiakan manusia.

Salam Berkah Nusantara