Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

Keperkasaan itu Milk Allah, di akhiri dengan pelajarannya "Bismillah" Kudi khas Mas Poeng (MP)

Bismillah ... terus harus berada dalam genggaman. Semua yang ada diawali dan di akhiri oleh Allah SWT. Banyu Murni terus mencari untuk memahami lagi terus menjalani setiap ajaran kebaikan pasti ada Bismillah. Sepasang itu suatu kepastian, atas - bawah, kanan - kiri, depan - belakang, luar - dalam, laki-laki - perempuan, awal - akhir semua ini kodrat Illahi. 

Dalam perintisan diawali dari sepasang pendekar yang berbeda karakter yaitu Mas Boedi dan Mas Poeng, dalam cintanya terhadap NKRI ini denngan arahan Bapaknya Saring Hadi Poernomo, untuk membentuk organisasi Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong dengan nama Merpati Putih. Sebagai penguat generasi muda untuk tambah Cinta Tanah Air juga untuk melawan rorngrongan organisasi yang cenderung negatif seperti PKI (Partai Komuni Indonesia) sungguh cita-cita mulia. 

Pada awalnya ilmu beladiri leluhur Nusantara yang dari Mataraman ini sebagai ilmu keluarga saja, karena untk manfaat yang lebih luas diajarkan kepada pemuda nusantara, tentara (ABRI - Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) atau sekarang TNI - POLRI, lalu karena dunia membutuhkan dijinkan untuk diajarkan kepada orang-orang mancanegara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Malasyia dll. Dengan manfaat yang lebih luas inilah Merpati Putih dapat diterima di segala lapisan masyarakat.

Dalam perkembangan selanjutnya pencak silat ini bergabung dengan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), Persilat (Perserikatan Silat tingkat dunia), MMA dan banyak lagi organisasi yang dikuatkan oleh Merpati Putih. 
Setelah 50 tahun perkembangannya, sepertinya Allah mempunyai kehendak untuk regenerasi di semua bidang, Mas Poeng dipanggil ke haribaan Illahi, setelah memberikan hasil karya yang luar biasa spektakuler senjata Khas Merpati Putih yaitu KUDI, dalam karakter dan ciri khasnya bersimbul Bismillah. ... Penting bagi semua anggota MP khususnya untuk memahami dan menghayati kalimat tersebut. Senjata sebagai simbul keperkasaan harus dibarengi dengan kedekatan terdadap SANG PENCIPTA.

Salam Berkah Sobat.

Sabtu, 10 Mei 2014

Pendidikan Politik di Negeri NKRI Indonesiaku Tercinta Pileg 2014

Sungguh menyenangkan bagiku sebagai warga NKRI dengan kondisi global Pileg Pemilu 2014 ini yang sukses ditetapkan pada Jam 23.50 , tanggal 9 Mei 2014 tadi malam oleh KPU. 

Bagai setitik debu dari penyelenggara, Banyumurni adalah Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Pasar Rebo bersama tim sekecamatan dalam hal ini dua orang komisioner dan Pengawas Pemilu Lapangan yang telah berusaha berbuat dan bekerja profesional sebagaimana asas-asas di dalam Undang Undang Pemilu Tahun 2008, di antaranya jurdil dan lain-lain.

"Bagus persiapan kampanye, KPU - Panwaskota Jakarta Timur" ... kataku dalam hati, semoga dengan persiapan yang dilakukan 21 Oktober 2013 lalu. Dan jadilah bahan pendidikan yang harus kusamapaikan pada tim kecilku se-Kecamatan Pasar Rebo. Ternyata semangat dari atas yang bercita-cita suksesnya pemilu disa merembes ke penyelenggara yang terbawa. 

Cita-cita yang mulia ini saya kembangkan dengan komunikasi intens kepada stakeholder selevel, baik Pemerintahan, Kepolisian, TNI atau KPU juag Sat PolPP. Komunikasi intens inilah yang menjadikan motivasi positif bisa saling dipahami, sehingga saat pelaksanaan kampanye hingga Hari H pencoblosan 9 April 2014, kesiapan semua dengan baik dan setiap ada kendala dapat diatasi secara tepat, cepat pada porsinya. Sebagai anak-anak nusantara Alhamdulillah. Salam berkah Sobat.

Jumat, 31 Januari 2014

Bahagia itu kenikmatan yang sesungguhnya adalah energy dahsyat luar biasa

Sapu jagat nya Raden Kian Santang itulah bahagia, kebahagian di dunia akherat bahagia itu lengkapan. "Bismillah ...., ciaaaattt" ... rapal kalimat saat Raden Kian Santang memulai pasang langkah, gerak jurus untuk membela diri. Dunia bela diri pencak silat khususnya, yang merupakan hasil karya spektakuler nenek moyang bangsa nusantara, penuh dengan ajaran-ajaran adi luhur serta penuh dengan Energy yang berasal dari  Kuasa-Nya luar biasa dahsyat bagi kejiwaan yang berkepribadian mulia. 

Bagaimana tidak bahagia, para pendekar silat itu ?
Coba renungkan, dalam setiap gerak langkah sebelum berlatih atau bertanding, diajarkan berdo'a dengan khusu'. Yang mana do'a-do'a itu, suatu sikap rendah hati yang telah diajarkan oleh para leluhur nusantara ini. Rendah hati bukanlah rendah diri, perenungan sikap ini menjadikan penyadaran Energy dalam diri pendekar silat itu mengandung daya hidup yang dapat membangunkan dunia dari tidurnya.

Energy Semangat Kesadaran itulah memacu pendekar silat menjadi kesatria utama dalam penegakkan kebenaran, juga membangun prestasi - prestasi dalam sport, seni silat tanding, kekompakkan dalam memperagakan kemampuan gerak pasang. Ketrampilan dalam berkarya menghasilkan seni gerak pasang atau jurus masing - masing aliran silat nusantara itu gambaran kekayaan intelektual nenek moyang bangsa Indonesia. 

Bentuk gerak pasang itulah kebahagian kedua manfaat yang didapat oleh pendekar silat, sehingga sehat jasmani. Kesehatan jasmani rohani ini menjadikan seseorang produktif dan profesional dalam bidang masing - masing. Berbahagialah anak anak negeri nusantara ini, khususnya yang dapat ilmu leluhur pencak silat ini. Banyu Murni berdo'a untuk kita semua. Amin.

Minggu, 29 Desember 2013

Nusantara ini merupakan kesatuan budaya dan adat istiadat mulai dari jaman purba

Nusantara ku Indonesia ku, cinta negri ini merupakan kepedulian terhadap heterogenitas keadaan adat istiadat di kepulauan nusantara ini. Kumpulan pulau-pulau yang belasan ribu jumlahnya. dengan perairan atau lautan yang lebih luas dua kali lipat dari luas pulau yang ada, bersama ini terbentuklah keahlian masyarakat untuk mengarungi lautan atau samudera,
Permulaan untuk menyatukan bumi pertiwi ini telah dimulai sejak jaman kerajaan sebagai mana Patih Gajah Mada, dengan Sumpah Palapa nya menyatukan satu per satu wilayah atau kepulauan dikuasai serta disatukan para pemimpin wilayah dalam satu pemerintahan. Dalam komunikasi sosial kemasyarakatan sangat diperlukan keterbukaan dalam menilai tidak hanya dari satu sisi saja. 
 Merah putih Indonesiaku. Aku bangga dengan para pahlawan nusantara ini, NKRI dengan Pancasila nya menjadikan Jayanya Indonesia ini. Para wali serta Kyai sebagai penerusnya dengan ketaatan tradisional sangat sungguh-sungguh menjaga keutuhan Bangsa Indonesia bersama para pahlawan kemerdekaan, maupun pahlawan pembangunan di jaman mengisi kemerdekaan Indonesia ini.
Wahai sahabat warga negri Indonesia yuuk kita tingkatkan Cinta Negri ini dengan belajar sungguh-sungguh serta berbuat terbaik untuk diri, keluarga dan masyarakat dalam kerangka mengisi kehidupan yang lebih baik dan bermakna untuk Indonesia Jaya. Salam kemerdekaan. 


Rabu, 17 Juli 2013

Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam Nusantara di NKRI

Sejak jaman dahulu Dinasti Tang mencatat keberadaan saudagar Tazhi muslim di Kalingga : Kerajaan di Jawa pada 674 Masehi (Groeneveldt, 1960) hinga catata Ma Huan pada kunjungan Cheng Ho yang ketujuh ke Jawa tahun 1433 Masehi (Mills, 1979), Islam belum dianut secara besar-besaran oleh penduduk lokal. M.C. Ricklefs dalam sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008) menegaskan bahwa sekalipun Raja Samudera di Sumatra bagian utara mengirim dua utusan bernama Arab ke Cina pada 1282, kehadiran muslim-muslim di kawasan Indonesia tidak menunjukkan bahwa negara-negara Islam lokal telah berdiri, tidak juga bahwa telah terjadi perpindahan agama dari penduduk lokal dalam tingkat yang cukup besar. Itu berarti selama rentang waktu lebih dari 750 tahun, Islam belum diterima secara besar-besaran oleh penduduk pribumi Nusantara ini.

Islam masuk ke bumi Nusantara ini, ada beberapa sumber dan disiarkan dari : 
  1. India : Gujarat, Malabar Coromandel, Bengal. Dengan alasan : - Kesamaan mazhab : Syafi'y , - Kesamaan batu nisan, Kemiripan sejumlah tradisi dan arsitektur India dengan Nusantara.
  2. Arab : Mesir, Hadramaut (Yaman). Dengan alasan : Berdasar kesamaan mazhab yang dianut di Mesir dan Hadramaut atau Yaman dangan mazhab yang dianut di Indonesia, Mazhab Syafi'y.
  3. Persia : Kasan, Abarkukh, Lorestan. Dengan alasan : Berdasrkan pada asumsi adanya kesamaan pada sejumlah tradisi keagamaan antara Persia dengan Indonesia seperti, : Peringatan Asyura atau 10 Muharam, Sistem mengeja huruf Arab dalam pengajaran Al-Qur'an khas Persia untuk menyebut tanda bunyi harakat seperti jabar (vokal "a" atau fathah), jer atau zher (vokal "i" atau kasrah), pes atau fyes (vokal "u" atau dhammah), Huruf Sin tanpa gigi, Pemuliaan ahlul bait dari keluarga Alui bin Abi Thalib, dan sebagainya. Dapat telusur nasab Waliyullah.
  4. Cina : Berdasarkan pada asumsi adanya unsur kebudayaan Cina dalam sejumlah unsur kebudayaan Islam di Indonesia, terutama berdasar sumber kronik dari Klentheng Sampokong di Semarang.
Bukti-bukti sejarah tersebut merupakan hasil perjalan seorang penulis Agus Sunyoto yang melalang buana serta ziarah ke Wali Songo untuk mengambil bukti-bukti otentiknya. Patut untuk kita apresiasi sebesar-besarnya atas pembuktian perkembangan Islam Nusantara ini. Alhamdulillah puji syukurku pada Allah Swt serta berdo'a semoga menjadi amal baik beliau. Dengan ini semakin jelas alur asal usul Islam hingga tumbuh di Indonesia ini. Semoga bermanfaat. Amin.


Jumat, 12 Juli 2013

Wali Songo, Islam Nusantara telah dan selalu menerapkan "Rahomatan Lil Alamin" sebagai fakta sejarah.

Bismillahirrohmanirohim ... Islam itu "Rohmatan lil alamin" ... yaitu Islam sebagai rahmat bagi alam semesta raya ini. Islam Nusantara dimulai sejak pertumbuhan Islam awal di Nusantara, dengan salah satu bukti : kearifan para penyebar dan perintis Islam Nusantara sejak jaman Ulama dr Champa (pertengahan Abad ke-10 M), China (Ceng Ho 1405 M), Persia tahun awal sebelum Wali Songo - lalu dipelajari dan ditumbuh kembangkan melalui segala sisi dan dimensi kehidupan masyarakat lokal atau setempat. Dengan Arif dan Bijaksana terhadap budaya dan keyakinan lokal ... lalu Jadi Islam. Dengan Akhlaqul Karimah Islam dapat dipahami dengan Damai di hati. Amin.

Dalam Buku : Atlas Wali Songo karangan : Agus Sunyoto , sebagai buku pertama yang mengungkapkan Wali Songo sebagai Fakta Sejarah. Di dalam buku yang sangat lengkap bukti dan fakta sejarah ini mengunkapkan perkembangan Islam di NKRI atau bumi Nusantara ini sejak dahulu kala,  jaman kerajaan hingga jaman modern ini. 

Agama Bangsa Nusantara
Dalam berbagai penggalian ilmiah terkait etnis penghuni Nusantara, semenjak Kala Pleistosen Akhir para penghuni kuno Kepulauan Nusantara sudah mengenal peradaban yang berkaitan dengan agama. Dari berbagai jenis hasil budaya batu purba seperti Menhir, Dolmen, Yupa, Sarkofagus, dan Punden Berundak diketahui sejak era Paleolithikum yang berlanjut pada era Messolithikum, Neolithikum, dan Megalithikum penghuni kuno Nusantara sudah mengenal agama dengan berbagai ritual pemujaannya. Kemudian, berlanjut pada era kebudayaan perunggu. Dari berbagai benda kuno berbahan perunggu hasil galian, dapat diketahui adanya alat-alat yang digunakan sebagai sarana pemujaan, termasuk alat-alat yang berhubungan dengan sistim penguburan mayat. Semua aktifitas ekonomi dan budaya penghuni Nusantara sejak jaman batu sampai zaman logam menunjuk pada tanda-tanda adanya hubungan integral antara kebudayaan dengan agama. Ada ajaran Sanghyang Tunggal dengan dua sifat utama itu bersifat gaib, untuk memuja-Nya dibutuhkan sarana-sarana yang bisa didekati pancaindra dan alam pikiran manusia. Inilah ajaran Kapitayan. 

Sekitar Makna Wali Songo
Bagi masyarakat muslim Indonesia, sebutan Wali Songo memiliki makna khusus yang dihubungkan dengan keberadaan tokoh-tokoh keramat di Jawa, yang berperan penting dalam usaha penyebaran dan perkembangan Islam pada abad ke-15 dan ke-16 Masehi. Menurut Solichin Salam dalam Sekitar Wali Songo, kata Wali Songo merupakan kata majemuk yang berasal dari kata wali dan songo. Kata wali berasal dari bahasa Arab, suatu bentuk singkatan waliyullah, yang berarti 'orang yang mencintai Allah'. Sedangkan kata songo berasalo dari bahasa Jawa yang berarti 'sembilan' yakni 'sembilan orang yang mencintai dan dicintai Allah'. Mereka dipandang sebagai ketua kelompok dari sejumlah besar mubaligh Islam yang bertugas mengadakan dakwah Islam di daerah-daerah yang belum memeluk Islam di Jawa.

Perkembangan berikutnya dipengaruhi dari Champa, China dan Persia. Masih ada kelanjutannya sampai Mojopahit, Demak, NU dst. 
Salam Berkah Sobat.

Selasa, 07 Mei 2013

Hari yang Indah Nian pass untuk menikmati nikmat berupa hujan di alam raya nusantara ini

Sore-sore hujan yang mengguyur bumi ini menjadikan segar bugar alam raya nusantara ini, yang mana telah beberapa hari tidak turun hujan yang mana udara hot terasa panas menyengat badan. Keringat becucuran beberapa jam sebelum hujan sore tiba dengan membawa nikmat dari langit karena-Nya. Dengan perubahan suasana udara menjadi sejuk ini sangatlah patut untuk kita mensyukurinya, Alhamdulillah.

Hari yang indah nian ini sangatlah pass kita berintropeksi diri bersama nikmat yang diberikan Illahi Robbi pada kita bersama alam raya di nusantara ini. Coba kita perhatikan metabolisme yang terjadi  dari tubuh kita saat suasana panas, udara dengan temperature tinggi keringat kita bercucuran dari tubuh kita menandakan sehat dan baik metabolisme di diri kita. 

Yuuk kita nikmati ... , bersama kita renungkan karunia ini.
  1. Suasana udara panas dan matahari terik, badan kita dapat berkeringat dengan baik juga berindikasi tubuh kita sehat wal afiat.
  2. Suasana lagi turun air hujan dan kita bisa hujan-hujan untuk menikmati charge aki dari langit yang Allah sediakan untuk alam raya special di nusantara ini, hal ini akan membuat temperatur tubuh kita bisa seimbang panas dingin, dan akan menyegarkan badan dan menyemangati Alhamdulillah, jadilah tubuh kita dan fresh dalam aliran darah, setelah air surga (air bersih dengan ion atom positif dari langit) menyegarkan kita kalau penulis menyebutnya banyumurni.
Semoga banyumurni yang turun dari langit itu dapat kita nikmati secara tulus murni dan menyegarkan semangat juang kita fii sabilillah. Amin. 

Senin, 18 Maret 2013

Perjuangan harus dilanjutkan pasti ada jalan berhasil

Sebagai manusia yang bercita-cita, untuk kebaikan diri dan keluarga serta mengabdi untuk kemaslahatan umat dan ridho Allah, tiada lelah berjuang dan intropeksi untuk menguatkan perjuangan yang mulia dalam hasil yang maksimal. 

Dasar yang sempurna telah diajarkan Allah, "Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka". Cita-cita mulia para penyuka kebenaran yang abadi, pasti "Bahagia di dunia dan bahagia di akherat, serta memohon dijauhkan dari siksa api neraka". Berdasarkan dua hal tersebut sangatlah ideal lagi penting untuk menguatkan perjuangan yang tiada habis tenaga dan semangat untuk mencapainya. Para pemimpin yang paling kecil dari diri sendiri dan keluarga sebagai komunitas terdekat, mesthi selalu menilai langkah dan hasil yang dicapai setiap saat. Tafakur (berfikir serius) dan intropeksi / evaluasi langkah yang telah dilalui benar atau tidak arahnya, hal ini penting untuk mengukur keberhasilan perjuangan yang telah dilakukan sampai detik ini.

Bila hasil belum maksimal atau tidak sesuai rencana? Lakukan penilaian yang menyeluruh dari hal-hal yang terkait, misalnya : 1. Penargetan apa sudah benar? 2. Rencana pencapaian target yang ditetapkan apakah tahapannya sudah benar? 3. Bahan atau permodalan yang dipakai nanti tersedia dengan komplit dan mudah untuk dipergunakan dengan efisien atau tepat guna?  4. Pelaksana dari rencana ini apa sudah jelas dan mengerti akan langkah-langkah yang harus ditempuh?  5. Pengawasan atau evaluasi yang dilakukan secara rutin dilakukan dan gagasan perbaikannya dilaksanakan? 6. Kembali periksa sasaran target itu tepat guna atau perlu perbaikan? 7. Bila ada perbaikan sosialisasikan lagi ke yang terkait dan ulangi tahap demi tahap. Semoga bermanfaat, lagi maju dahsyat luar biasa dalam segala perjuangan dan ridho Allah didapatkan, Amin.

Evaluasi atau intropeksi diri, inilah atom atau molekul yang sangatlah penting untuk dilakukan demi langkah dan perbuatan hari ini lebih baik dari kemarin, dan besok akan lebih mulia dari hari ini. Jadikan kami dan keluarga kami sakinah mawaddah wa rahmah. Amin. Salam berkah nusantara bersama banyumurni.

Minggu, 17 Maret 2013

Banjir melanda beberapa rumah di Gandaria

Dwi Sugiarto, hujan deras dua jam membanjiri melewati beberapa rumah di Jl. Gandaria Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur 13710. Cuaca terang siang hari duhur saat itu, cahaya mentari terang benderang terasa gerah di badan berkeringat. Beberapa menit kemudian bersama angin kencang datanglah hujan rintik-rintik dengan volume yang sebesar kerikil. Tak lama kemudian hujan deras datang bersamaan dengan petir menyambar-nyambar dan menunujkkan kilatan cahaya kuning membara sekejap mata.

Dari kios ku terlihat sungai baru hanya sedalam lebih kurang sepuluh centimeter dari permukaan jalan, kenapa hal ini terjadi saat ini 16 Maret 2013 jam 14.00~15.00 kira2 lebih dari 2,5 jam. Cukup merepotkan sebagian masyarakat yang rumahnya digenangi air meskipun sesaat, tetap saja ini ada penyebabnya. Perlu kita renungkan sesaat dan dipikirkan solusinya tentang banjir yang cukup mengganggu saat hujan deras tiba-tiba datang. Sepanjang jalan Gandaria sekitar jalan Kopi, jadilah tempuran air dari tiga arah yang berbeda mulai dari utara, barat dan selatan menuju satu arah, disinilah terjadi bottle neck air mengalir, sehingga toko Bang Rahmat sempat dilalui air yang tak disangka-sangka itu datang masuk toko membasahi apa saja yang ada dilantai toko.

Dari perhatian, pengamatan dan analisa banyumurni, ada kekurangan fasilitas saluran air dari tiga arah itu, untuk masa-masa hujan deras. Oleh karena itu perlulah turun tangan yang lebih maksimal lagi serius dari pihak terkait dalam pembangunan fasilitas masyarakat ini. Bila perlu adanya cek-ricek antara program yang diajukan perwakilan masyarakat itu sudah sesuai kebutuhan mendesak di masyarakat? Dan tinjauan pelaksanaan program itu sesuai atau tidak dengan anggaran yang telah di approval? ... Monggo pihak-pihak yang terkait untuk review. Salam Berkah Nusantara.    

Senin, 11 Maret 2013

SILATurahim dan Do'a sehari-hari Islam

Banyu murni, dalam perjalanan sebagai perantau jiwan banyumurni mempunyai sedikit pengalaman SILATurahim yang hanya sebesar satu butir pasir besi dalam bangunan gedung yang megah pada jaman globalisasi ini. Puji syukur atas karunia Tuhan yang Maha Memberi atas karunia ini, khususnya di alam  Nusantara yang penuh dengan aneka ragam hasil bumi dan tambang logam mulia, lagi oxygen yang tersedia banyak sekali dari hasil hutan tropis, karena berada di garis jamrut katulistiwa.

Suatu hari yang cerah penuh semangat bersama sahabat utama mandiri sejahtera memahami silaturahim itu akan memberikan banyak kenikmatan kepada yang benar-benar bisa melakukan secara benar dan rutin, sampai istiqomah. Hanya orang-orang beriman yang dapat melaksanakan silaturahim itu, karena perlu kekuatan tersendiri dalam berkomunikasi terhadap orang baik lagi berilmu dihadapan Allah itu. Namun kita sebagai orang awam tidaklah perlu kuatir, karena nilai yang didapatkan dalam pergaulan itu ada pada niat awal.

Silaturahim dalam Islam sangatlah erat dengan do'a sehari-hari, catatan kosa kata atau records tentang silaturahim itu akan mendapatkan urine (URI-ne) yang mana dalam penjelasan sederhananya sebagai berikut: 
  1. Uri-ne pertama adalah Umur akan ditambah oleh Allah, karena dalam silaturahim itu orang akan bergembira, bercakap-cakap, tersenyum, bahagia dan banyak sikap positif yang didapatkan, ini akan menambah semangat hidup dan menjadi lebih produktif.
  2. Uri-ne kedua adalah Rizki akan ditambahkan oleh Allah, karena tuan rumah yang paham akan manfat silaturahim akan menerima tamu dengan baik, disapa dengan senyum dan tegur sapa mulia, dipersilakan masuk rumah untuk duduk dengan baik, lalu menyediakan minum dan makanan, juga dapat informasi yang menambah peluang usaha dimasa sekarang dan berikutnya. 
  3. Uri-ne ketiga adalah Ilmu akan ditambah oleh Allah SWT, dalam silaturahim selalu ada tukar pikiran untuk saling ajar, asih, asuh diantara mereka.
Semoga hal ini bermanfaat big kita semua. Amin.
Salam Berkah Nusantara.
  
 
 

Do'a Ibu yang melahikan buah hati suci

Banyumurni, dalam study alami lagi natural dalam alam nyata ini dan tak terlepaskan dari usaha dalam utama mandiri sejahtera memahami akan pentingnya peran ibu, umi dalam kehidupan sejati seorang manusia yang dilahirkan di dunia baru yang penuh gejolak dan tantangan.

Sebagai manusia yang normal dan tahu diri pasti akan menelusur banyumurni dalam diri yang sesungguhnya, patutlah kita mengenal secara dalam akan kebiasaan yang telah ibu perlakukan kepada kita mulai saat sebelum dan saat sesudah kita dilahirkan. Coba renungkan hidup ini yang terjadi dalam diri manusia ini yang pasti ada jasmani dan rohani, yang masing-masing punya makanan sejati untuk menjadi orang yang mulia dan dimuliakan.

Sungguh mulia beliau ibu kita ini yang selalu menerapkan serta merutinkan akan amalan mulia di kehidupannya akan do'a untuk anaknya seperti dalam blog, http://doaibuanak.blogspot.com/ 
Dengan demikian ibu juga mendapatkan manfaat dalam ibadah untuk menjadikan anak yang soleh dan solehah, beliau menciptakan investasi mulia yang tiada tara manfaatnya sampai akhir jaman. Jadilah beliau juga seorang yang menegakkan sunatullah. Amin.

Semua amalan yang dimulai dengan membaca Bismillah ... dalam banyumurninya akam diberikan kebaikan, keberkahan, keselamatan dalam segala hal dikerjakannya baik sendiri maupaun secara berjamaah. Slam nusantara yang bermanfaat untuk membangun bangsa Indonesia Raya Merdeka.




Minggu, 10 Maret 2013

Dunia Baru Yang Menjanjikan

Dwi Sugiarto, dalam perkembangan jaman sekarang ini banyak terjadi perubahan yang mendadak atau tak disangka-sangka pada perilaku manusia, ini jaman globalisasi modern yang banyak dipengaruhi oleh kejadian-kejadian nyata dimasyarakat. Antara lain pengaruh kehidupan orang-orang politik, orang kaya baru (misalnya : pejabat bupait, walikota, gubernur, pejabat penting lainnya di negara ini tidak terlepas pula di dunia ketentaraan atau kepolisian).

Sebagai mana yang utama mandiri sejahtera memahami akan kejadian tersebut pasti dipengaruhi oleh peristiwa sebelumnya, Jaman dunia baru yang menjajikan disini bila kehidupan ini masih banyak orang ber-istighfar lagi menegakkan kejujuran. Contoh riil atau nyata pada jaman dahulu yang telah dilakukan oleh Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani seperti dalam Professional and Transparancy 

Dalam hal ini Sulthoni Auliya Syaikh abdul Qadir al Jaelani di waktu muda telah memberikan dunia baru yang menjanjikan kepada seorang perampok atau bromocorah yang telah merampok kafilah saudagar kaya dan beliau saat itu ada disana. Perampok tersebut diangkat menjadi murid pertama beliau karena meminta kepada syaikh, setelah syaikh menjelaskan akan sikap jujur itu menrupakan amanah ibundanya untuk dapat
Terbanglah Tinggi Setinggi Langit .

Dalam hal ini penting untuk dapatnya keberkahan dunia dan akherat, akan ilmu yang dipelajari sehingga tumbuh berkembang bermanfaat bagi umat. Salam berkah banyumurni nusantara.

Sabtu, 09 Maret 2013

Memanusiakan Manusia

Dwi Sugiarto, menghadapi perubahan jaman globalisasi yang serba cepat, khususnya informasi technology yang mana selalu ada dampak sosial secara positif maupun negatif. Kita sebagai manusia nusantara yang telah dibuatkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini utama mandiri sejahtera memahami akan pentingnya kita mengikuti perkembangan jaman. 

Dengan cara tidak ketinggalan dalam informasi yang berkembang saat ini, untuk kita pelajari dan saring demi kebaikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar kita. Dampak negatif yang timbul diantaranya masalah kesenjangan sosial yang semakin jauh antara si kaya dan si miskin, kenakalan remaja yang mudah akses informasi pornografi, perkelahian massa yang mudah diketahui sehingga dapat merembet ke wilayah lain, masalah fanatisme politik yang menguat kadang tak terkendali, dan masih banyak lagi.

Pembaca yang budiman, kami mengajak untuk berikhtibar atau mengambil pelajaran tentang "MADU", tulisan status Dwi Sugiarto di Facebook dibawah ini mudah-mudah dapat menginspirasi kita semua. 
Bagai MADU kita ini harus menghasilkan
Jadilah kita Lebah Madu yang kompak tak terpisahkan
Masing-masing punya tupoksi sebagai acuan
Semua dahan kan berbunga-bunga
Tetaplah SANG LEBAH gak salah pilih bunga

Untuk lebih lengkapnya, yuuk kita belajar memanusiakan manusia, lebah yang notabene mereka binatang mempunyai strukutru pemerintahan lengkap, ada tukang bangunan, ada prajurit, ada yang bertelur untuk generasi penerusnya, ada RATU lebah dan lain-lain. Dalam Al Qur'an, surat 16, An-Nahl (Lebah) Allah terang sejelas-jelasnya. Bagaimana seharusnya kita jadi manusia sejati yang memanusiakan manusia.

Salam Berkah Nusantara

Jumat, 08 Maret 2013

Definisi Mutu Produk

Banyumurni, dalam hal memproduksi barang atau jasa selalu ada yang namanya standar mutu. Sumber daya manusia atau SDM adalah hal yang penting untuk menghasilkan mutu terbaik dalam hasil produksi baik itu barang atau jasa. Definisi mutu adalah standar dari sesuatu yang telah ditetapkan oleh yang berwewenang,  juga ditetapkan ukuran teratas dan terbawahnya atau toleransi.

Untuk mencapai mutu terbaik dibidang tertentu, wajib dilakukan pelatihan terhadap karyawan oleh pimpinan atau bagian terkait.
Materi training yang wajib ada antara lain : 1. Job deskripsinya, 2. part yang terkait, 3. peralatan yang digunakan, 4. Kontrol mutu hasil kerjanya, 5. Pencatatan atau pelaporan hasil kerjanya.

Pemeriksaan  dan perawatan terhadap peralatan harus dilakukan, antara lain : 1. Pemeriksaan rutin, 2. Perawatan rutin oleh petugas yang kompetence, 3. Perbaikan harus dilakukan bila hasil pemeriksaan itu sudah menyimpang dari standar yang berlaku.

Selain SDM dan Mesin peralatan yang distandarisasi, juga para trainer juga harus di upgrade untuk meningkatkan produktifitas di bidang usaha tersebut. Utama mandiri sejahtera memahami arti pentingnya mutu dalam segala hal sehingga jadi hal-hal yang diproduksi akan sangat diminati oleh konsumen. Belajar-belajar-belajar terus untuk mutu terbaik.

Salam Berkah Nusantara.


Sosialisasi Empat Pilar Bangsa Indonesia

Dwi Sugiarto, memahami arti pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat untuk kebaikan masa depan Bangsa Indonesia ke depan. Banyumurni dalam tulisannya di utama mandiri sejahtera memahami bahwa review hasil karya leluhur yang Adi Luhur itu harus kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa, dan juga sebagai generasi penerus aswaja ala Nahdlatul Ulama, yang mana keutuhan bangsa dalam kebhinekaan tetap harus dijaga. Kami coba memaknai status Kyai Haji Arifin Junaedi di FB.

Status Facebook KH Arifin Junaedi, sebagai berikut : "Acara Sosialisai 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, kemarin, di Islamic Center Cirebon, duduk berjajar (ki-ka); saya, moderator Imam Bukhari, Wakil Ketua MPR RI, H. Lukman Saifuddin, yang mewakili Bupati Cirebon dan Ketua PCNU Cirebon"

Dalam spanduk Sosialisasi sudah sangat jelas, apa 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegar, yaitu :
  • Pancasila, 
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  •  Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Bhineka Tunggal Ika
 ini merupakan Kerjasama MPR RI Dengan PP LP MA'ARIF NU. Di Islamic Centre Kab. Cirebon, 7 Maret 2013.
Suatu penambah semangat generasi muda bangsa untuk menggali dan menerapkan pilar-pilar bangsa ini, yang telah lama hampir tenggelam karena banyak peristiwa yang tidak baik. Ini suatu kemajuan yang riil bahwa ormas seperti NU dipercaya dan diajak pemerintah untuk men-sosialisasi-kan empat pilar tersebut ke masyarakat melalui dunia pendidikan. Sangatlah tepat bila dimulai sejak dini, dan terus menerus, sehingga benar-benar dijiwai anak bangsa untuk bisa berlaku professional dan JUJUR, sebagaimana yang telah dirumuskan pendahulu bangsa Indonesia ini juga sering disebut Nusantara. Semoga berkah. Amin.


 

Kamis, 07 Maret 2013

Kesatuan dan persatuan anak bangsa ini lebih penting

Dwi Sugiarto, memperhatikan akan arti pentingnya kesatuan dan persatuan anak bangsa negeri tercinta ini Indonesia Raya, yang mana merupakan salah satu media yang dapat menjaga keutuhan NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyumurni dalam aktifitasnya bersama utama mandiri sejahtera memahami hal tersebut sudah dirintis oleh para leluhur yang saat itu masih sebagai pemuda - pemudi direalisasikan dalan Sumpah Pemuda.

Pada saat ini sepertinya mulai luntur, terlihat banyak terjadinya pertengkaran antar warga sedaerah, mahasiswa sekampus, pemuda abg SMA yang sekolahnya saling berdekatan, bahkan antar pendukung calon pimpinan daerah tertentu misalnya : calon bupati, calon walikota, calon gubernur, calon legislatif tingkat DPRD, DPR, DPD bahkan pendukung calon presiden, Perkelahian itu tidaklah sekedar beda pendapat namun sudah ada yang sampai perang fisik, saling lempar batu, saling bacok dengan senjata tajam, bahkan ada yang saling bakar rumah penduduk yang beda pendapat atau calon yang didukung. Sungguh sangat memprihatinkan kita semua. Hal ini kalau dibiarkan terus, pihak berwajib aparatur negara POLRI, TNI, pemerintah tidak mengantisipasi lebih awal dan terus menerus melakukan pencegahan, bisa memecah belah NKRI ini menjadi bagian - bagian kecil.

Sedikit saran yang kami sampaikan, monggo di ingat kembali ajaran leluhur yang adi luhur seperti hasil 
  1. Sumpah Pemuda 1928 : Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia,  Berbangsa Satu Bangsa Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesia,
  2. Proklamasi 17 Agustus 1945 : Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Ruh semangat persatuan itu, harus kita resapi, pamahami untuk kita laksanakan secara diri pribadi terlebih dahulu, lalu kita ajarkan pada keluarga dan lingkungan terdekat, Namun ini sebenarnya pihak pemerintahlah yang lebih compentence untuk sosialisasi, control pelaksanaan dilapangan, dan domain yang bisa dikontrol dengan baik. Harapan penulis untuk dapat di kuatkan kembali tentan ajaran leluhur tersebut di generasi sekarang dan masa datang. Semoga NKRI tambah kuat dalam satu kesatuan. amin.

Salam berkah http://banyumurni.wordpress.com/ untuk Indonesia Raya.

Rabu, 06 Maret 2013

Satulah Negriku Satulah Nusantara dalam Damai

Nusantara yang penuh dengan kebaikan dan kenikmatan sebagai karunia yang semesthinya kita nikmati dan syukuri. Diantaranya telah Allah lahirkan dua Tokoh Dunia dan perintis dua organisasi kemasyarakatan cenderung keagamaan khususnya Islam dari satu sumber yaitu Raden Ainul Yaqin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Sunan Giri, di wilayah Giri Gresik Jawa Timur Indonesia.

Dua saudara perjuangan itu adalah KH. Hasyim Ashari dan KH. Ahmad Dahlan.
picture terlampir:

Sungguh kita sebagai generasi penerus perjuangan beliau sepatutnya kita kirim bacaan surat Al Fatehah untuk beliau. Dan kita harus belajar tentang biografi beliau, perjuangan beliau, mempelajari ajaran-ajaran beliau yang merupakan hasil karya yang dahsyat luar biasa, dalam hal ini utama mandiri sejahtera memahami arti pentingnya kita SILATurahim, sehingga kita bisa mengenal dengan benar dan tepat akan ajaran-ajarnnya. Juga dapat memahami akan kiprah ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang besar dan diakui dunia International.

Sebagai generasi nusantara penulis banyu murni sebagai pecinta dan aktifis NU, mengajak para pembaca untuk saling harga menghargai kelebihan masing-masing. NU yang lebih dikenal dengan cara tradisional, sedangkan Muhammadiyah dikenal dengan cara modern. Namun tujuannya pasti sama untuk syiar Islam di Bumi dan Nusantara ini. Dengan demikian sangatlah penting arti pengamalan ilmu yang kita dapat untuk kemaslahatan ummat. Amin.

Salam Berkah Sobat.

Selasa, 05 Maret 2013

Masyarakat Sosial lebih Toleransi

Masyarakat generasi nusantara ini sangatlah berbeda dengan para leluhurnya terdahulu. Gotong royong adalah jiwa masyarakat dari sabang sampai merauke. Inilah salah satu ciri khas Bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala. Dalam kehidupan ini selalu terjadi perubahan - perubahan tidak terkecuali sosial kemasyarakatannya.

Sejak jaman globalisasi ini, banyumurni memperhatikan dengan seksama namun maaf tidak ada data empirik. Meskipun demikian untuk utama mandiri sejahtera memahami akan kejadian - kejadian nyata di masyarakat akan budaya gotong royong. Misalkan : Bersih desa (Jawa sekitarnya), Ngaben (Bali), Budaya Tanah Toraja ini wujud toleransi bermasyarakat, untuk segera nennyelesaikan kegiatan positif di masyarakat.

Dalam penanganan keuangan juga di rintis oleh Bung Hatta tentang system penangan keuangan maka dibentuklah koperasi. System usaha micro inilah para investor khususnya perbankan, BUMN atau perusahaan swasta menyediakan anggaran untuk membantu pengusaha mikro. CSR Company Stakeholder Responsibility adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar agar tetap dengan kondisi kondusif.

CSR di jaman globalisasi ini kalau kita perhatikan pernah dilakukan olleh BUNG HATTA , pada jamannya sehingga perlu dijadikan jempatan.

Salam Berkah Nusantara dalam utama mandiri sejahtera untuk hidup dalam kehidupan banyu murni.  

Senin, 04 Maret 2013

Pancasila dasar NKRI masih relevan di Globalisasi ini.

Luar biasa pemikiran para leluhur bangsa ini dalam merangkum kehidupan banyu murni yang tersebar dan tertanam dalam jiwa mereka, dengan maksud yang baik utama mandiri sejahtera memahami arti pentingnya untuk mensyukuri ajaran / education yang telah dirumuskan, di antaranya Pancasila.

Seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarka kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sangatlah dalam kandungan ajaran yang didalamnya, untuk kebaikan generasi masyarakat nusantara masa sekarang maupun yang akan datan di jaman globalisasi ini. Tugas siapakah ini ???  Tentunya kita orang tua, guru - guru, para pendidik formal ataupun informal, pemerintah dan seluruh jajarannya tak ketinggalan pihak swasta / entrepreneur trainer ... sebagai salah satu wujud Cinta Bangsa Indonesia ini. Sudilah semua elemen bangsa ini untk memperbaiki sumber daya manusia yang cinta kebaikan salah satunya budaya leluhur yang adi luhur ini.

Sahabat banyu murni nusantara yang tercinta marilah kita terapkan semampu kita berbuat untuk tetap utuhnya NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia dah tegak berdiri di atas dasar Pancasila. Merdeka berdaulat sepenuh jiwa raga. Amin.

Salam berkah Nusantara dalam utama mandiri sejahtera Indonesia ku.