Sabtu, 30 Maret 2013

Bebek yang bersahabat lagi menghargai

UMS perantau jiwan, sungguh pelajaran yang tiada ternilai dari sang bebek yang taat dalam persaudaraan lagi menghargai pertemanan. Dengan naluri yang alami dari Nya, sang bebek bertindak tanpa pikir panjang menelusuri jejak sang pemula dalam kehidupannya.

Week - week - week ... meskipun sekata-kata, aba-aba yang diberikan sangatlah penting dan penuh makna arti kata tersebut. Jadilah ... kata-kata tersebut sebagai "komando" kata kunci yang sangat dimengerti oleh dunia bebek membebek. Dari meri sampai indukan jantan maupun betina, si flora unggas yang sedang "naik daun" di dunia kuliner, ini juga yang menjadikan perekonomian masyarakat Indonesia bisa bertahan dalam masa krisis. Bahkan banyak milyarder yang dimulai dari dunia kuliner "Bebek" ini.

Manusia progressive mempunyai inovasi tinggi dan sangat dahsyat luar biasa untuk berkreasi dalam menciptakan karya yang mempunyai "added value" dalam hidup dan kehidupan diri serta keluarga di masa sekarang dan mendatang. Membebek dalam arti mengikuti jejak mulia para pendahulu yang baik-baik sangatlah memberi berkah dunia dan akherat. 

Week - week - week pujian sang bebek pada Tuhannya, yang selalu mereka gunakan untuk membangun harmonisasi dalam pergaulan, namun tidaklah menyombongkan diri akan kekompakan yang telah dibuatnya. Sang pimpinan akan menjadikan kata-kata yang bermakna untuk satu komando yang sangat utama mandiri sejahtera memahami kehidupan yang penuh makna ini. Syukur dengan week - week - week nya ... keteraturan, keistiqomahan akan menghasilkan kepercayaan yang "Benar" lagi "Berhikmah" ... Yuuk sahabatku kita renungkan perjalanan ini, semoga dapat manfaat dunia wal akherat. amin.
 

Cerita Bebek dan Ayam

Mas Dwi, ada cerita suatu hari ada dua sahabat yang selalu bersama kemana-mana, kalau ibaratnya manusia dia selalu bergandeng tangan serasa tak ingin terpisah sejak dia masih dalam cangkang masing-masing. Menetas sebagai kuthuk (anak ayam) dan meri (bebek cilik), sangatlah lucu penampilannya dengan bulu-bulu halus yang menyelimuti tubuhnya masin-masing. 

Subhanallah lahir dengan baik, sehat lengkap anggota tubuhnya, serta dapat makan langsung tanpa disuapin oleh induknya. Karena lahir didunia ini si kuthuk lan meri sudah tak tahu siapa bapak dan ibu biolgisnya.Itulah kodrat bagi mereka berdua, karena Technology tinggi hasil pemikiran manusia yang menetaskannya dengan ijin Tuhan Sang Khalik.

Yang menarik dari perjalanan hidup sang meri dan kuthuk, banyak sekali untuk kita cermati dan ambil pelajaran untuk kita manusia ini yang pasti ada orang tua yang mengandung dan ikut berperan tentang keberadaan kita yaitu ayah biologis kita. Dalam pertumbuhan menjelang dewasa, meri jadi bebek dan kuthuk jadi ayam. Mulailah ada diplomasi komunikasi untuk pengenalan alam semesta.

Dimulai oleh si bebek : "Yam ayam, cakep sekali bulumu ada yang melengkung dan kilatan di ekormu?" ...
Jawab si ayam lancur (ayam jantan muda): "Alhamdulillah, sudah mulai aku dapat perhiasan dari-Nya, doain yaa ku bisa mensyukurinya. Dan aku pingin sepertimu yang bisa berenang sepertimu, namun ku coba-coba nggak berhasil juga, dapat berenang sepertimu, yang lama."
Si bebek, "Yaa yam, kalau kita perhatiin. Sejak bayi kita bersama, EEee setelah dewasa tetap saja kita nggak bisa sama. Kau punya jengger, taji dan bulu yang indah. Aku diberi kemampuan untuk berenang. Yaa kita harus sadari itu semua takdir kita masing-masing, Alhamdulillah"

Di akhir komunikasi sesaat itu antara bebek dan lancur, semoga kita dapat pelajaran Amin.

Kamis, 28 Maret 2013

Alhamdulillah ini semua Karunia Mu

Suatu karunia yang dahsyat luar biasa dari Nya, Alhamdulillah hanya itu yang pantas untuk diucapkan dan implementasikan dalam perilaku yang penuh syukur atas apapun dan dimanapun kita ini ada dan berada.

Warna-warni hidup ini adalah juga karunia yang tiada henti dari-Nya untuk semua mahluk yang ada dan berada di alam raya ini. Napas dan kandungan zat-zat yang ada didalam udara Tuhan Yang Memiliki - nya, sangatlah penuh oxygen yang kita butuhkan dalam segala hal. Di langit yang terbentang luas itu banyak pelajaran yang dapat kita petik darinya, 

Hidup ini karunia, oxygen di udara yang kita serap dengan cara bernapas juga karunia, hidung yang berlubang itu karunia untuk lubang pernapasan dan kecantikan atau kegantengan paras muka kita, lubang kerongkongan sebagai saluran udara masuk yang penuh oxygen ke paru-paru itu karunia juga ada tapi tak terlihat langsung oleh mata wadak kita, paru-paru itu karunia yang harus kita yakinin ada dalam dada kita yang berfungsi menyerap oxygen yang tubuh kita perlukan ini juga karunia ... Subhanallah walhamdulillah.

Sangat banyak sekali karunia Allah Swt atas mahluk-Nya, terutama bagi kita manusia sebagai mahluk yang berderajat tinggi di antara mahluk Allah di jagat raya ini. Paru-paru tak terlihat oleh mata, ini goib, keluar dari tubuh binatang yang dipotong dengan cara syariat agama Islam menjadi dohir, ini juga karunia yang halal untuk kita makan, bila dari binatang yang halal menurut ketetapan agama Islam. Sungguh sangat banyak karunia-Nya terhadap kita ini. Alhamdulillah.

Dalam perenungan dan pengenalan diri kita yang secara fisik ini saja dapatlah menambah keimanan kita. Amin. Apalagi bila kita rajin intropeksi dan mawas diri pasti Alloh Swt berkenambah Ilmu dan Iman kita, semoga kita dapat bisa Istiqomah dan Ridho Allah. Amin.