Tampilkan postingan dengan label bebek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bebek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Bahagia saat ini juga Enjoy Heart

Waktu itu ada didalamnya semua, semua ada dalam satu waktu, Bagaimana tidak baik yang kaya atau miskin, besar atau kecil, pejabat atau rakyat, hidup atau mati semua ada dalam waktu yang sama dua puluh empat jam sehari. 

Hidup adalah karunia yang juga meski diterima dengan apa adanya, dengan menikmati atas segala karuna itu kepada diri kita dari-Nya, akan menjadikan kita masuk kedalam orang yang bahagia. Bahagia selalu itu ada dalam hati yang berterima kasih atas karunia-Nya, bisa merasakan dan menikmati karunia itu sendiri sehingga nikmat itu menambah iman dan keyakinan kepada yang Maha Memberi.

Ada pelajaran sederhana dari Cerita Bebek dan Ayam ada cuplikan dialog antara bebek dan ayam, sebagai berikut : Si bebek, "Yaa yam, kalau kita perhatiin. Sejak bayi kita bersama, EEee setelah dewasa tetap saja kita nggak bisa sama. Kau punya jengger, taji dan bulu yang indah. Aku diberi kemampuan untuk berenang. Yaa kita harus sadari itu semua takdir kita masing-masing, Alhamdulillah" ...

Dari pengakuan sederhana seorang sahabat dari kecil sampai dewasa, bahwa perbedaan itu pasti ada, yang penting heterogenitas itu tidak menjadikan permusuhan namun menjadikan tambah kenalnya diri kita ini ada yang Menjadikan. Perubahan itupun selalu ada pada diri kita maka kita dapat menghargai keadaan orang lain yang pasti berbeda dengan kita, namun bisa kita ajak dalam satu tujuan kebaikan untuk mendapatkan Ridho Allah Swt. Disinilah kita bisa "Bahagia lagi Enjoy Heart" sebagai pengakuan atas nikmat dan karunia-Nya. Amin.

Sabtu, 30 Maret 2013

Bebek yang bersahabat lagi menghargai

UMS perantau jiwan, sungguh pelajaran yang tiada ternilai dari sang bebek yang taat dalam persaudaraan lagi menghargai pertemanan. Dengan naluri yang alami dari Nya, sang bebek bertindak tanpa pikir panjang menelusuri jejak sang pemula dalam kehidupannya.

Week - week - week ... meskipun sekata-kata, aba-aba yang diberikan sangatlah penting dan penuh makna arti kata tersebut. Jadilah ... kata-kata tersebut sebagai "komando" kata kunci yang sangat dimengerti oleh dunia bebek membebek. Dari meri sampai indukan jantan maupun betina, si flora unggas yang sedang "naik daun" di dunia kuliner, ini juga yang menjadikan perekonomian masyarakat Indonesia bisa bertahan dalam masa krisis. Bahkan banyak milyarder yang dimulai dari dunia kuliner "Bebek" ini.

Manusia progressive mempunyai inovasi tinggi dan sangat dahsyat luar biasa untuk berkreasi dalam menciptakan karya yang mempunyai "added value" dalam hidup dan kehidupan diri serta keluarga di masa sekarang dan mendatang. Membebek dalam arti mengikuti jejak mulia para pendahulu yang baik-baik sangatlah memberi berkah dunia dan akherat. 

Week - week - week pujian sang bebek pada Tuhannya, yang selalu mereka gunakan untuk membangun harmonisasi dalam pergaulan, namun tidaklah menyombongkan diri akan kekompakan yang telah dibuatnya. Sang pimpinan akan menjadikan kata-kata yang bermakna untuk satu komando yang sangat utama mandiri sejahtera memahami kehidupan yang penuh makna ini. Syukur dengan week - week - week nya ... keteraturan, keistiqomahan akan menghasilkan kepercayaan yang "Benar" lagi "Berhikmah" ... Yuuk sahabatku kita renungkan perjalanan ini, semoga dapat manfaat dunia wal akherat. amin.
 

Cerita Bebek dan Ayam

Mas Dwi, ada cerita suatu hari ada dua sahabat yang selalu bersama kemana-mana, kalau ibaratnya manusia dia selalu bergandeng tangan serasa tak ingin terpisah sejak dia masih dalam cangkang masing-masing. Menetas sebagai kuthuk (anak ayam) dan meri (bebek cilik), sangatlah lucu penampilannya dengan bulu-bulu halus yang menyelimuti tubuhnya masin-masing. 

Subhanallah lahir dengan baik, sehat lengkap anggota tubuhnya, serta dapat makan langsung tanpa disuapin oleh induknya. Karena lahir didunia ini si kuthuk lan meri sudah tak tahu siapa bapak dan ibu biolgisnya.Itulah kodrat bagi mereka berdua, karena Technology tinggi hasil pemikiran manusia yang menetaskannya dengan ijin Tuhan Sang Khalik.

Yang menarik dari perjalanan hidup sang meri dan kuthuk, banyak sekali untuk kita cermati dan ambil pelajaran untuk kita manusia ini yang pasti ada orang tua yang mengandung dan ikut berperan tentang keberadaan kita yaitu ayah biologis kita. Dalam pertumbuhan menjelang dewasa, meri jadi bebek dan kuthuk jadi ayam. Mulailah ada diplomasi komunikasi untuk pengenalan alam semesta.

Dimulai oleh si bebek : "Yam ayam, cakep sekali bulumu ada yang melengkung dan kilatan di ekormu?" ...
Jawab si ayam lancur (ayam jantan muda): "Alhamdulillah, sudah mulai aku dapat perhiasan dari-Nya, doain yaa ku bisa mensyukurinya. Dan aku pingin sepertimu yang bisa berenang sepertimu, namun ku coba-coba nggak berhasil juga, dapat berenang sepertimu, yang lama."
Si bebek, "Yaa yam, kalau kita perhatiin. Sejak bayi kita bersama, EEee setelah dewasa tetap saja kita nggak bisa sama. Kau punya jengger, taji dan bulu yang indah. Aku diberi kemampuan untuk berenang. Yaa kita harus sadari itu semua takdir kita masing-masing, Alhamdulillah"

Di akhir komunikasi sesaat itu antara bebek dan lancur, semoga kita dapat pelajaran Amin.