Tampilkan postingan dengan label aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2013

Manajemen Sufi merupakan urusan dari luar ke dalam juga rasional sampai rahasia hati

Puji syukur yang sangat pantas untuk kuucapkan lagi kulakukan dengan belajar sepenuh hati. Alhamdulillah acara perdana sahabat-sahabat PPM Aswaja dapat terlaksana dengan baik dalam Kongkow Tasawuf, pada Rabu malem Kamis, 3 Juli 2013 ini di Cafe Demang - Sarinah Thamrin, Jakarta dalam tema "Manajemen Sufi" bersama KH. M. Luqman Hakim MA, PhD (mursyid dan pengasuh Sufinews & Cahaya Sufi).

PPM Aswaja yang dipandegani Cak Usma, yang mempunyai ghirah semangat luar biasa bersama teman-teman sahabat muda Nahdlatul Ulama diantaranya Mas Ilmi, Mas Mukhlish, Mas Suwarno, Mas Agus Jon dan lain-lainnya, ada celah dakwah yang dapat kita isi melalui dunia maya ini. Sehingga secara bertahap sejak Mutakmar NU di Cirebon itu, telah menghasilkan PPM Aswaja,  http://aswajanu.com/  dengan Wiki Aswajanunya, mulailah seterusnya berkembang semoga mberkahi muslim dan muslimat seantero jagat raya ini. 

Kembali ke hal-hal positif yang telah disampaikan oleh KH. M. Luqman Hakim MA, PhD terkaitan dengan tema Manajemen Sufi, yang mana terang-terangan si MC Mas Suwarno mengatakan sepertinya tindak nyambaung judulnya. Manajemen hampir identik materialistik atau rasional, dan kata sufi itu sendiri lebih terkait dengan urusan hati atau agama. Perantau Jiwan sangat bersyukur ternyata penjelasan beliau sangat gamblang sekali mulai dari awal sekali membahas tentang kita orang-orang yang berkumpul. Kata Bismillahirrahmanirrahim, beliau bahas dari segala persepsi, tulisan dan mata, makna dan tujuan, bahkan huruf per huruf yang selalu dimaknai oleh Rahasia Hati sebagai itu Aku. Beliau lanjutkan bagaimana kita ini memaknai pertanyaan malaikat Jibril As kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW tentang Islam - Iman - Ihsan. Sesungguhnya kita ini sebagai pertengahan atau aswaja bukanlah Qodariyah atau Jabariyah ... namun Al Asy'ariyah (pertengahan). 

Semoga sekelumit catatan perantau jiwan yang diberi kesempatan oleh Allah SWT, dapat hadir SILATurahim bersama Persaudaraan Profesional Muda Aswaja. Islam Nusantara sebagai pengejawantahan orang Indonesia yang Islam  Salam berkah sobat dalam utama mandiri sejahtera memahami akan arti hidup ini harus ku syukuri Alhamdulillah. Amin.

Senin, 25 Maret 2013

Semangat Pegang Erat Tali Silaturahim

UMS dalam banyumurni, bakar semangat diri kobarkan perjuangan yang suci murni dalam jalani hidup ini yang penuh arti untuk mengabdi pada Yang Maha Suci. Cita-cita mulia dalam Ridho-Nya adalah visi yang utama mandiri sejahtera dalam perjuangan menyejahterakan diri dan keluarga dalam koridor aqidah islamiyah aswaja.

Mengingat globalisasi yang sangat mempengaruhi kehidupan berumah tangga maupun bernegara, ditinjau secara sosial kemasyarakatan yang selalu ada kejadian yang membuat miris di hati ini. Masing-masing orang yang tiada iman akan mudah sekali terpengaruh oleh keadaan yang terjadi pada diri maupun sekitar mereka. Banyak kejadian yang mengenaskan diantaranya, hubungan yang tidak baik antara suami istri yang telah puluhan tahun menikah terjadi perselingkuhan salah satu diantara mereka tega membunuh bahkan memutilasi pasangannya sendiri. Ada juga karena perlakuan orang tua yang tidak bijaksana atau dianggap tidak baik terhadap anak misal: memukul hingga memar, atau cacat dan lain-lain, anak melaporkan ke pihak yang berwajib terjadi proses pengadilan sehingga bapak kandungnyaa sendiri masuk penjara karena anak sendiri. Lebih miris lagi ada seorang ibu yang telah merawat anaknya hingga usia balita yang kondisi tidak sehat, karena anak menangis dan tidak punya uang untuk berobat tega membenturkan kepala anaknya di kamar mandi puskesmas hingga meninggal. dan masih banyak lagi peristiwa di masyarakata bawah atau wong cilik ekonomi lemah.

Dan pengaruh globalisasi bagi masyarakat ekonomi atas atau pejabat kerah putih, di bidang legislative, yudicative atau executive tidak kalah heboh atau miris di hati ini. Mereka sebagian orang-orang terpelajar, orang berlatar belakang kaya, biasa dalam kehidupan glamor,  pergaulan bebas dan lain-lain.

Semua itu hanya bisa bertahan baik, bila iman didada kuat dan tiada kebohongan dan selalu Silaturahim.