Tampilkan postingan dengan label tulus murni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulus murni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Hari yang Indah Nian pass untuk menikmati nikmat berupa hujan di alam raya nusantara ini

Sore-sore hujan yang mengguyur bumi ini menjadikan segar bugar alam raya nusantara ini, yang mana telah beberapa hari tidak turun hujan yang mana udara hot terasa panas menyengat badan. Keringat becucuran beberapa jam sebelum hujan sore tiba dengan membawa nikmat dari langit karena-Nya. Dengan perubahan suasana udara menjadi sejuk ini sangatlah patut untuk kita mensyukurinya, Alhamdulillah.

Hari yang indah nian ini sangatlah pass kita berintropeksi diri bersama nikmat yang diberikan Illahi Robbi pada kita bersama alam raya di nusantara ini. Coba kita perhatikan metabolisme yang terjadi  dari tubuh kita saat suasana panas, udara dengan temperature tinggi keringat kita bercucuran dari tubuh kita menandakan sehat dan baik metabolisme di diri kita. 

Yuuk kita nikmati ... , bersama kita renungkan karunia ini.
  1. Suasana udara panas dan matahari terik, badan kita dapat berkeringat dengan baik juga berindikasi tubuh kita sehat wal afiat.
  2. Suasana lagi turun air hujan dan kita bisa hujan-hujan untuk menikmati charge aki dari langit yang Allah sediakan untuk alam raya special di nusantara ini, hal ini akan membuat temperatur tubuh kita bisa seimbang panas dingin, dan akan menyegarkan badan dan menyemangati Alhamdulillah, jadilah tubuh kita dan fresh dalam aliran darah, setelah air surga (air bersih dengan ion atom positif dari langit) menyegarkan kita kalau penulis menyebutnya banyumurni.
Semoga banyumurni yang turun dari langit itu dapat kita nikmati secara tulus murni dan menyegarkan semangat juang kita fii sabilillah. Amin. 

Jumat, 26 April 2013

Jujur apa adanya untuk ketepatan bersikap

Bahagia bersama banyumurni selalu berdo'a sehari-hari untuk selamat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Perjuangan perantau jiwan dalam perjalanan bebenah diri untuk mengabdi pada Illahi Robbi Izzati takkan berhenti kecuali karena Titik Ajal sebagai batas dari Sang Khalik. 

Tapak demi tapak, selalu mencerminkan torehan kasih sayang dari Sang Pengasih dan Penyayang bagi diri ini yang tak pernah tahu diri akan karunia itu seutuhnya, cuman hanya bisa merasakan nikmat dan menikmati serta  mengucapkan Alhamdulillah saja yang belum utuh. Ada hal yang gak bisa utuh kita menyadari ini semua namun ku belajar untuk meyakini ini semua hanya Satu Sumber tiada yang lain, kecuali dari Sumber utama Sang Khalik.

adalah sikap mandiri dalam latihan untuk bisa berbuat iklash yang nyata, tidaklah mudah berbuat tulus hati ini karena harus jujur pada diri sendiri yang selalu ada penilaian dari sang kembar. Apakah ini jujur??? ... itu pertanyaan yang harus ada untuk memastikan kebenaran dalam bertindak apa adanya. Bisa juga ada apanya ... ini kalimat untuk dapat mengetahui subtansi dari sesuatu yang dihadapi atau yang terjadi. Intropeksi diri dan penilaian atas sesuatu secara jujur akan melatih diri kita bisa tulus murni dalam berbuat. Semoga kita diberikan akhlak mulia yang iklash. 

Jujur inilah yang dapat meninggikan derajat Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani, karena telah dicontoh oleh Al Amin yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Semoga kita dapat mencontoh beliau. Amin.

Minggu, 07 April 2013

Dia selalu support lagi menyemangatiku

Dalam kasih sayang yang dia tebarkan selalu membawa gairah positif meskipun seperti emosi saja dalam tutur katanya. Itulah kamu sayangku yang selama ini selalu mendorong dan menyemangatiku untuk berbuat sesuatu yang riil lagi ternilai baik, lagi bermakna dalam hidup yang kita lalui bersama. 

Penyeimbang hidupku kau yang menjadikan hidup di duniaku ini penuh warna-warni yang berarti untuk negri diri, keluarga dan negri tercinta ini. Kasih hanya dari Mu semua ini ada dan berada, diri ini tiada berarti kalau arti bukan dari Mu, diri ini hina takkan mulia tanpa Mu, diri ini bukan apa-apa tanpa karunia Mu. Garwo sigaring nyowo itupun sudah pepesten Mu. 

Empat hal yang menjadi wewenang Mu dan tiada seorang penggantipun,  diantaranya :
  1. lahir tanpa bisa pilih bapak dan ibu, 
  2. rizki hanya bisa menerima takaran ketentuan Mu, 
  3. pasangan jodoh dari ketentuan Mu pula, 
  4. kapan dan dimana ajal kan menyatu pada diri yang bernyawa itu juga ketetapan Mu.
Dalam berkeluarga jodoh atau garwo lah yang paling pass dalam support dan menyemangati hidup ini, karena harmonisasi dalam berkeluarga merupakan salah satu unsur atom kebahagiaan keluarga dan seiisinya. Cinta kasih yang tulus murni sebagai sinyal cinta dari alam semesta atas karunia Allah Swt. Komunikasi yang harmonis inilah akan menjadikan keluarga Sakina Mawaddah Warrohmah. Amin.

Doa sehari hari yang sangat indah nian dirasa dan dinikmati

Cinta kasih Mu, tiada ternilai oleh siapapun dan tak sebanding dengan apapun. Kami sebagai insan yang penuh dengan karunia yang indah nian lagi mempesona bagi yang dapat memahami nikmat dan syukur itu. Atom sebagai unsur pembentuk semangat juang seorang muslim dan muslimat dalam juang fi sabilillah sangatlah dominan. Mari sahabat semua yang budiman kita sedikit merenung tentang tulisan berikut :
 
Perjuangan tiada henti
Do'a harus selalu di lakukan
Hati yang tulus murni kan mematri
Ridho Illahi pasti kan dikasih ... Amin.
Dalam hidup ini haruslah menjadikan perjuangan ini bermakna untuk masyarakat yang lebih luas sehingga akan menjadi added value nilai tambah bagi yang terus berusaha untuk mencapai cita-cita yang mulia, inipun harus dilakukan terus menerus tiada henti, perlu ketelatenan, ketekunan tekad yang tak luntur oleh apapun. 
Doa sehari hari yang tiada kendat (henti) selalu dilakukan oleh pejuang penegak kebenaran sejati, perjuangan fii sabilillah sangat membutuhkan kekuatan di luar dirinya, karena perantau jiwan bersyukur dan menyadari akan segala sesuatu itu ada di kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Maka sangatlah wajar bila dalam setiap kegiatan dimulai dengan doa awal kalimat mulia yaitu "Basmallah" dan juga sangatlah penting memohon  yang menjalani suluk karena Allah Swt. 
Dalam ruhani yang selalu rindu akan Rosulullah akan terbentuk hati yang baik lagi membaikkan karena  Doa Sehari Hari Agama Islam selalu dilakukan dengan hati yang tulus iklash akan menambah kuatnya iman dan keyakinan. Ini semua harus kita lakukan dengan hanya mengharap Ridho Allah Amin.  

Jumat, 15 Maret 2013

Istana Mutiara yang Indah Tiada Tara

Banyumurni, bercermin kasih yang dalam hati sanubari tidak henti terus terpatri. Duhai cintaku yang abadi dalam pelukan, sungguh takkan tergantikan oleh apapun diantara alam langit dan bumi. Kasih tiada habis ditelan jaman sangatlah penting untuk dikuatkan dalam hati kita-kita sebagai anak yang terlahir dari rahimnya. Dengan sepenuh  dalam merawat diri untuk si buah hati yang selalu dinanti bersama kekasih hati dengan dalam memadu kasih untuk Kasih Abadi.

Ada riwayat yang sangat menakjubkan untuk kita simak dengan cermat akan makna Ibu dalam kehidupan ini. Saat pengajian riungan jiping (mengaji kuping atau mendengarkan bacaan serta penjelasan dari sang guru atau kyai) beliau menyampaikan dijaman Kanjeng Nabi Sulaiman As, beliau seorang nabi yang memiliki kekayaan ilmu pengetahuan dan harta benda yang luar biasa tak ada mahluk lain yang diberi kekuasaan melebihi beliau. 

Suatu saat Nabi Sulaiman As berjalan-jalan di tepi samudera luas tiada tara, dari kejauhan beliau melihat di dasar samudera ada cahaya yang terang benderang. Dengan ijin Allah dipanggillah barang yang didasar laut itu untuk mendekat beliau. Dengan kekuasaan Allah yang telah diberikan kepada Nabi Sulaiman As, benda yang bercahaya kemilau tersebut datang dan mendekat. Lama-lama semakin jelas bentuknya adalah Istana Mutiara yang Indah Tiada Tara, dan di dalamnya tergambar seorang pemuda laki-laki yang sedang khusuk sujud saat itu.

Dengan ijin Allah, terjadilah dialog antara Nabi Sulaiman As dengan pemuda itu. 
Nabi bertanya, "Bagaimana kamu bisa berada di tempat yang seindah ini, hai anak muda? Tolong ceritakan padaku asal usulnya."  Karena pemuda itu seorang anak yang soleh dan telah mengerti berhadapan dengan seorang Nabi yang Mulia, dia bercerita apa adanya, "Wahai Nabi Allah, saya bisa berada di Istana Mutiara yang Indah Tiada Tara ini, karrena doa ibuku. Saat beliau tua renta saya selalu menggendong dan memberinya makan dan keperluan lainnya, saya melakukannya dengan tulus iklash hingga beliau berdoa sebelum akhir hayatnya untukku. Doa beliau "Yaa Allah cukupkanlah kebutuhan anakku ini, dan  tempatkanlah dia tidak dilangit dan tidak dibumi, Amin". Begitulah Nabi yang terjadi padaku"  kata pemuda itu selanjutnya.

Pembaca yang budiman mendapatkan pelajaran yang baik untuk kita cermati dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari, semoga kita dijadikan orang baik lagi soleh dan solehah. Amin.   

Rabu, 13 Maret 2013

Dirimu dan Diriku yang kucinta

Dwi Sugiarto, mersakan akan kasih dan sayang itu tiada habis terus mengalir tak terbatas pada hamba-Nya yang selalu taat menjalankan aturan serta tuntunan-Nya. Soleh dan solehah, kata yang selalu berpasangan, mukmin dan mukminin kata yang menunjukkan seorang beriman laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan juga pria dan wanita menunjukkan pasangan yang takkan terpisahkan sepanjang masa. Ini pasangan plus minus dalam kodrat illahi robbi dalam sunatullah-Nya.

Pasangan adalah suatu ketentuan dalam hal ini banyumurni dalam utama mandiri sejahtera memahami kudrat berdampingan kanan kiri, atas bawah, top down, buttom up, jantan betina, dan masih banyak lagi yang lainnya semua itu dari Tuhan yang Maha Kuasa. Pembaca yang budiman mendapatkan hal baru itupun sebagai penyeimbang dari hal yang lama agar tercpita akan keharmonisan jiwa dan raga sehingga dapatlah diterimanya akan sehat walafiat.

Duhai pasanganku kau penuh dengan kasih sayang dalam cita dan cinta, dalam dirimu dan diriku yang kucinta ini hanya ku harapkan aka kasih sayang abadi. Abadi dalam jiwa raga sampai sukma dibawa ruh kepada Illahi Rabbi Izzati. Ar-Rahman Ar Rahim pasang sejati yang memberkahi. Amin.

Kekasihku yang
Dirimu dan diriku yang kucinta
Citamu yang  t
Ku yakin akan keberadaanmu 

Duh Gusti Kang Moho Welas Asih
Ku pasrahken dumateng Panjenengan ... Amin
Bismillah ... Alhamdulillah.

Salam Berkah Nusantara bersama Banyumurni.